LITERASI KONSTITUSI DALAM RANGKA MENCERDASKAN ANAK BANGSA OLEH BAPAK ANWAR USMAN S.H M.H KETUA MK RI

LAWATANEWS mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan mencerdaskan otak manusia, melainkan kehidupan sehari2 narasumber ketua MK BAPAK ANWAR USMAN SH, MH, di hadiri oleh Wali kota bima. dan Bupati bima

Mencerdaskan kehidupan berarti menguatkan kualitas bekerjanya otak (rasionalitas) dan menjaga kemuliaan watak (moralitas dan integritas). Oleh karena itu, dari Pasal 31 UUD 1945 diabaikan bahwa pendidikan harus diselenggarakan untuk memajukan IPTEK serta meningkatkan iman, taqwa, dan akhlak ungkap Bapak Anwar Usman KETUA MK RI

Menurut bapak usman anwar S, H MH selaku ketua MK diperlukan peran Perguruan Tinggi untuk mencetak kader bangsa dan menjaga ideologi negara sehingga eksistensi negara dan bangsa Indonesia terjaga. Dikatakan, kesadaran kolektif sangat penting karena gagal mengatasi maka terancam adalah eksistensi bangsa negara.

Perguruan Tinggi harus menjadi kawah candradimuka pencetak kader bangsa yang menjadi penjaga dan penyebar nasionalisme, harus meningkatkankan proses pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa, dan harus mampu menangkal perkembangan paham radikalisme di kampus, ungkap ketua MK

Kemudian, melakukan implementasi nilai-nilai Pancasila bersama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dan K / L terkait, memfasilitasi pelaksanaan Inpres Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara Tahun 2018-2019, melaksanakan Ikrar setia kepada Pancasila dan siap Bela Negara melaksanakan tokoh masyarakat di berbagai daerah, memprakarsai Pemesanan Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara, mengkoordinasikan pelaksanaan Surat Keputusan Bersama 11 K / L dalam penanganan radikalisme guna meningkatkan wawasan kebangsaan kepada ASN, mendorong implementasi kebijakan Moderasi Beragama, dan meningkatkan wawasan kebangsaan dan karakter bangsa

HM LUTFI menyampaikan pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia dan menjadikan manusia sebagai robot pekerja. Pendidikan KOTA BIMA harus membentuk manusia-manusia yang dapat berpikir mandiri, kritis, dan mau belajar sehingga setelah lulus, para insan intelektual ini dapat menjadi besar bagi pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara. Semangat ini haruslah menjiwai benak setiap perangkat pendidikan sehingga upaya mencerdaskan anak2 DI KOTA BIMA dapat berjalan seperti yang dicita-citakan. (iklan)

88 views


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *